Tugas MAPU 5102 : MAKALAH

Judul :

“RELEVANSI DAN DAMPAK TEORI MODERNISASI TERHADAP PROSES PEMBANGUNAN DI INDONESIA”

PROGRAM PASCA SARJANA – PROGRAM STUDI M.A.P

UNIVERSITAS TERBUKA

 2013

Thema : teori modernisasi  dalam proses pembangunan di Indonesia

  1. A.    Pendahuluan.

Pembangunan merupakan suatu bahasan yang tidak akan pernah selesai untuk dibicarakan hal ini lebih disebabkan karena sifat manusia yang selalu ingin mengalami perubahan dari suatu kondisi tertentu menuju pada kondisi yang lebih maju. Pembangunan merupakan fenomena alami dan akan tetap ada sepanjang peradaban manusia masih ada.

Indonesia sebagai negara yang sedang dalam proses pembangunan diberbagai aspek tidak terlepas dari fenomena ini. Banyak nya perubahan – perubahan yang ditemui dari berbagai bidang dengan berbagai fluktuasinya menunjukan adanya proses pembangunan yang sedang terjadi dan tidak akan pernah terhenti.

Dalam perjalanan pembangunan di indonesia tidak terlepas dari pengaruh – pengaruh teori – teori pertumbuhan dan teori pembangunan yang telah berlaku di dunia. Sehingga sampai dengan saat ini posisi Indonesia dintjau dari teori – teori tersebut berada pada persimpangan antara beberapa teori pertumbuhan dan teori pembangunan yang berkembang.

Indonesia secara geografis berada pada posisi strategis dengan luas negara mencapai +/-  dengan jumlah pulau +/- 17.500 pulau merupakan anugerah bagi bangsa dan negara sekaligus memberikan persoalan tersendiri bagi Indonesia yang berbeda dengan persoalan yang dimiliki oleh bangsa lain. Spesifikasi inilah yang membuat Indonesia memiliki cara – cara pembangunan yang  terkadang tidak sama dibanding dengan negara lain, bahkan menjadi perdebatan para pakar  pembangunan dalam menentukan posisi Indonesia tergolong dalam teori yang mana demikian pula relevansi teori itu sendiri terhadap proses pembangunan yang terjadi di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu alat ukur terhadap nilai – nilai perubahan dalam pembangunan. Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah proses yang melibatkan tiga aspek yaitu proses, output perkapita, dan jangka yang panjang.1  Hal ini dapat saya artikan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah terlah terjadinya suatu perubahan melalui proses dalam rangka meningkatkan output/hasil perkapita untuk jangka waktu yang panjang misalnya 10, 20, atau 25 tahun tanpa mengalami sebuah penurunan ouput. Dari sisi lain jika ditemui hambatan bahkan kegagalan dalam sebuah proses pertumbuhan yang disebabkan oleh faktor alam namun tidak menurunkan output perkapita maka dapat dikatakan ekonomi negara tetap dalam pertumbuhan.

Indonesia pernah membukukan suatu pretasi yaitu sebuah predikat sebagai salah satu macan ekonomi Asia2 yang terjadi pada periode sebelum tahun 1997. Predikat yang dibangun melalui upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada akhirnya mengalami suatu masa penurunan yang cukup drastis yang diakibatkan oleh krisis ekonomi secara global karena melibatkan beberapa negara didunia. Selain krisis ekonomi yang menerpa sebagai faktor eksternal terdapat juga faktor internal yaitu tidak adanya pemerintaan hasil dari pertumbuhan perekonomian itu sendiri. Menurut data BPS (1997)3 melalui hasil disebutkan bahwa 97,5% aset nasional dimiliki oleh hanya 2,5% pebisnis konglomerat, sementara itu hanya 2,5% aset nasional dimiliki oleh kelompok ekonomi kecil yang jumlahnya mencapai 97,5% dari total dunia usaha.

Dalam makalah ini akan dibahas relevansi yang serta dampak dari teori modernisasi terhadap proses pembangunan di Inonesia berdasarkan informasi sebagaimana terdapat dalam pendahuluan ini serta akan digunakan pula informasi lain yang relevan.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: