KANATANG

Sekilas Profil Kabupaten Sumba Timur

Rambu_mooie_vrouw_sumbaKabupaten Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten dengan luas 7.000,5 km² ini beribu kota di Waingapu. Ibu kotanya Waingapu. Di utara, kabupaten ini menghadap Selat Sumba, di selatan menghadap Samudera Hindia, di timur berhadapan dengan Laut Sawu dan di barat berbatasan dengan Kabupaten Sumba Barat.

Jumlah Penduduk Kabupaten Sumba Timur (2002) adalah 190.214 jiwa, atau dengan kepadatan rata-rata 27 jiwa/km². Kepadatan tertinggi di Kecamatan Waingapu, yaitu 1.049 jiwa/km2, sedang kepadatan terendah ada di Kecamatan Haharu, yaitu 13 jiwa/km2. Disamping orang Sumba Timur asli, juga terdapat orang Sabu, keturunan Tionghoa, Arab, Bugis, Jawa dan penduduk yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur lainnya. Bahasa daerah yang digunakan adalah Bahasa Sumba Kambera. Sebagian besar penduduk di kabupaten ini beragama Protestan. Selebihnya adalah Islam, Hindu dan Budha. Sekitar 39 persen lagi adalah beragama tradisional Marapu. Meskipun keadaan tanahnya kurang subur, lebih dari separuh penduduk kabupaten Sumba Timur ini adalah petani. Selain itu ada juga yang bekerja sebagai peternak, pegawai, buruh, nelayan dan lain-lain. Walaupun sektor pertanian menempati tempat pertama dalam pendapatan regional, luas sawah yang bisa digarap baru 11 persen dari luas tanah kabupaten seluruhnya. Penggarapan sawah ini dilakukan dengan cara tradisional yang disebut renca, yaitu pengerahan tenaga manusia dan kerbau dalam jumlah besar diatas tanah sawah yang akan ditanami. Kaki-kaki kerbau yang berjumlah puluhan ini digunakan sebagai pengganti bajak, dan pekerjaan renca ini diawali dan diakhiri dengan upacara keagamaan (ritus). Kehidupan sehari-hari penduduknya pada dasarnya merupakan cerminan kehidupan agama tradisional mereka. Hal ini bisa dilihat saat mereka melaksanakan berbagai upacara adat berkenaan dengan daur hidup seperti upacara kelahiran (habola), perkawinan (lalei atau mangoma) dan kematian (pa taningu).Sumber : http://daerah1.ampl.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=72

TOPOGRAFI

Sumber : http://www.sumbatimurkab.go.id/

Pulau Sumba adalah Pulau Karang terangkat dengan daratan pulau seluas 11.852 km2. Interior Sumba Timur didominasi oleh bukit-bukit karang, kapur yang gersang dan terjal dan berjurang sempit. Bentang daratan Kabupaten Sumba Timur didominasi oleh topografi selang ketinggian 100 – 500 m (42,39%). Setelah itu, 26,45 % merupakan bentang daratan dengan selang ketinggian 25 – 100 m. Sisanya terbagi sebagai daerah dengan selang ketinggian antara 8 – 25 m (8,23 %), dan selang ketinggian 0 – 7 m (3,75 %).

Dengan konfigurasi ketinggian bentang daratan Kabupaten Sumba Timur didominasi oleh tingkat kemiringan > 40%, yang mencapai 51,39% luas daratan. Selang kemiringan berikutnya yang cukup dominan adalah 15 – 40% (29,52% dari luas daratan) dan 2 – 5% (14,25%). Dengan demikian daerah yang datar (0 – 2%), terutama di kawasan pesisir, hanya 4,8 % dari luas daratan Kabupaten Sumba Timur.
Kondisi topografi secara umum datar (di daerah pesisir), landai sampai bergelombang (wilayah dataran rendah <100 meter) dan berbukit (pegunungan). Daerah dengan ketinggian di atas 1000m hanya sedikit di wilayah perbukitan dan gunung.

Lahan Pertanian terutama di dataran Pantai Utara, dimana terdapat cukup air dipermukaan maupun sungai-sungai besar. Terdapat 88 Sungai dan mata air yang tidak kering di musim kemarau, Pulau Sumba yang letaknya relatif terisolasi disebelah selatan rangkaian Kepulauan Nusa Tenggara, sesungguhnya memiliki kondisi biogeografi yang menarik

Profil Kecamatan KANATANG.

Sumber : http://www.sumbatimurkab.go.id/

Kanatang merupakan salah satu kecamatan baru hasil pemekaran wilayah Kecamatan Haharu sebagai induk yang berada dalam kesatuan wilayah Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kecamatan Kanatang terdiri dari beberapa desa yaitu Desa Mondu, Desa Hamba Praing, Desa Kalamba, berada disebelah barat daya pesisir pantai utara Waingapu, dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi darat karena akses jalan aspal hotmix lebih kurang 30 menit, jarak dari pusat ibukota kabupaten +/- 30 km. Kondisi alam tidak jauh berbeda dengan daerah lain pada kawasan pesisir, hanya saja yang berbeda yaitu padang rumput yang luas merupakan ciri dari daratan Sumba. Permukaan tanah relatif bervariasi, mulai dari kemiringan ekstrim, sampai permukaan yang landai dan rata terdapat di sepanjang wilayah ini.

Letak Geografis

Kecamatan Kanatang dengan Hama Parengu sebagai Ibukota Kecamatan terletak di Pulau Sumba bagian Utara Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tengara Timur.  Luas Kecamatan Kanatang 279,4 Km2 dengan curah hujan yang sangat rendah dan tidak merata tiap tahun, dimana musim penghujan relatif pendek dibandingkan musim kemarau. Menurut PERDA No.19 Tahun 2007 Kecamatan Kanatang berbatasan dengan :

·       Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Sumba

·       Sebelah Selatan dengan Kecamatan Kota Waingapu dan Kecamatan Nggaha Ori Angu

·       Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Sumba dan Kecamatan Kota Waingapu

·       Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Nggaha Ori Angu dan Kecamatan Haharu

Sesuai dengan program pemerintah pusat melalui APBN yang dikelola oleh Ditjen PSMP, pada tahun 2009 Kabupaten Sumba Timur memperoleh jatah pembangunan 2 (dua) Unit Sekolah Baru dan 2 (dua) SMP-SATAP. Salah satu Unit Sekolah Baru yang dibangun berada di wilayah Kecamatan Kanatang, Desa Mondu dengan nama SMP Negeri 1 Kanatang.

Tujuan Umum pembangunan USB bertujuan untuk memenuhi kekurangan sarana dan prasarana terutama di daerah yang APK nya dibawah rata-rata nasional.

Sedangkan tujuan khusus sebagaimana disebutkan dalam buku pandauan BG-USB  antara lain :

  1. Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan Sekolah Menengah Pertama Tipe C2 (3 ruang kelas) atau C1 (6 ruang kelas) di daerah yang membutuhkan.
  2. Untuk daerah yang secara geografis lokasi USB sulit dijangkau oleh siswa baik karena daerah kepulauan, daerah terpencil atau daerah lainnya sarana dan prasarana pendidikan Sekolah Menegah Pertama dilengkapi dengan Asrama Siswa.
  3. Meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam merencanakan, melaksnakan pembangunan, mengelola dan memelihara USB Sekolah Menengah Pertama.
  4. Meningkatkan kemampuan lembaga, aparat dan masyarakat di sekitar sekolah dalam mengkoordinasikan dan memberdayakan masyarakat untuk melaksanakan program pembangunan.
%d blogger menyukai ini: