PNS DAN SEPATU


baner-5-animasi1

Siang itu sekitar pukul 11.00 siang, seorang ibu berjalan kaki ditrotoar jalan, berpakaian seragam, karena terlihat  melekat atribut dan lambang sebuah instansi dibagian lengan kiri dan kanan dan di dada kiri atas terselib emblem dari kuningan mengkilat tertimpa siar matahari yang terik. Seragam itu sudah agak kabur di bagian pundak dan dibeberapa bagian lain, sepertinya sudah cukup lama baju itu melekat ditubuhnya. Dipundak kirinya tersangkut tas dengan berisi buku, spertinya buku jurnal dan daftar hadir siswa dan rupaya ibu tersebut seorang guru yang sudah mengabdi 22 tahun. Tangan kirinya menenteng sebuah tas plastic yang ternyata berisi sepatu fantofel kesayangannya.

Setelah melihat kiri kanan, ibu itu melitas jalan menuju keseberang jalan dan berhenti tepat dibawah pohon besar dan rimbun. Disitu banyak orang yang mangkal, ada yang jual es, gorengan, dan makanan ringan lain. Ibu itu terus menuju ketempat yang agak kedalam dari tempat pedagang tadi, dan berhenti tepat disebuah kotak yang penuh dengan tumpukan sepatu yang sementara diperbaiki.

Dengan penuh hati – hati dan bersuara agak pelan ibu itu menyapa orang yang berada dibalik tumpukan sepatu rusak itu, sapanya,”hai…permisi….selamat siang……” dan secara sepontan munculah sebuah kepala seseorang laki – laki dengan senyum ramah,”selamat siang juga,…bagaimana ibu…..?” sambil tangan yang sebelah memegang jarum besar dengan benang jahitnya, dan sepatu yang sedang dijahit ditangan yang satunya.

Sambil melihat kanan kiri, dan sedikit agak berhati – hati, ibu tersebut mengeluarkan isi kantong plastic tersebut, seakan tidak ingin orang lain melihat apa isi kantong tersebut kecuali si tukang sol sepatu. “Begini dik,….sepatu ini merupakan peberian dari anak saya, dari Bandung, Cibaduyut…..” katanya mengawali ceritanya dengan tukang sol sepatu. “Iya ibu, terus kenapa dengan sepatunya….?”Tanya laki –laki muda yang dipanggil dik tadi.

“Begini dik, kira – kira menurut adik sepatu saya ini apa bisa di perbaiki, masalahnya kulitnya ini masih kuat, hanya bagian tumit saja yang sudah kalah…..?”
“Mari ibu, saya lihat dulu, kalau bisa saya bilang bisa kalau tidak bisa, lebih baik ibu beli baru saja..” tanpa ragu, diperiksalah sepatu ibu tadi dan akhirnya dia berkata,”Sepatu ini sepertinya sudah tidak dapat diperbaiki, jadi sebaiknya ibu beli baru saja.” Belum sampai ibu itu menjawab, tukang sol sepatu berkata lagi,”Kalau ibu mau, saya masih ada stok sepatu perempuan yang cocok untuk ibu pakai ke kantor, masih baru belum pernah dipakai, dos nya saja masih segel….maklum barang dari Itali, asli lagi….”  Celoteh kalimat seperti air mengalir, maklum pedagang.

“Begini dik, saya belum ada rencana beli sepatu baru, apalagi sepatu buatan luar negeri. Nggak ah, terima kasih.”
“Saya ini tugasnya  di pedalaman, jauh dari kota, terus pakai sepatu Itali, memang saya ini artis, atau pejabat, mau kasih tunjuk sama siapa? Sama monyet….atau babi hutan.” Jawab ibu itu. “Adik tahu tidak ditempat tugas saya, jarang sekali PNS yang bersepatu, bukan berarti mereka tidak punya. Mereka rata – rata pakai sandal, jalanya susah terus harus menyebrang sungai baru sampai ditempat tugas, belum lagi kalau musim hujan seperti ini” Tukang sol sepatu terpaku mendengar penuturan sang ibu, terbayang kalau sepatunya pasti  tidak laku. Sambil menarik nafas sejenak ibu itu melanjutkan lagi ceritanya,

“Begini dik….kalau tidak salah, katanya…., saya dengar dikoran dan yang sudah banyak orang baca berita di televise (maksudnya baca di Koran dan dilihat di televise) kalau pemerintah mau mengeluarkan peraturan bahwa semua PNS wajib menggunakan sepatu buatan dalam negeri, kalau menurut adik yang ahli dibidang persepatuan kira –kira apa ya tujuan peraturan itu ?”

Terlhat kaget tukang sol sepatu tiba – tiba diminta pendapat oleh seorang PNS mengenai kebijakan pemerintah, dengan penuh percaya diri dia menjawab,”Begini ibu, kalau menurut saya ada beberapa kemungkinan.”

Sambil memperbaiki posisi duduk dan meyimpan sepatu yang dari tadi dipegang tukang sol sepatu tadi melanjutkan kalimatnya,” yang pertama jangan sampai pemerintah mau membagi – bagi sepatu untuk seluruh PNS, wah kalau itu benar ibu patut bersyukur dan harus mendukung pemerintah sekarang dalam peilu nanti” jawabnya dengan berapi – api, dan ibu itu menanggapi dengan menganggukan kepala. “yang kedua ibu, bisa jadi….., ya bisa jadi kalau pabrik sepatunya itu miliknya pejabat, atau paling tidak ada lah modal atau saham nya pejabat disitu, dari pada susah memasarkan produknya, lebih baik diwajibkan saja sama PNS, selagi masih punya jabatan, kan lumayan bisa buat ketentuan.” “huss……jangan sembarangan kalau ngomong, Cuma tukang sol sepatu saja omong kebijakan pemerintah, …..lalu yang ketiga apa dik ?”

“Begini ibu, ….yang ketiga, kira – kira ya hanya kira – kira saja, kan saya ini orang kecil,….kira – kira mungkin yang diurus itu sudah tidak ada lagi yang lebih penting, jadi sekarang urus sepatu buat PNS, wah untuk sekali jadi PNS kalau begitu sampai sepatu saja Negara yang urus,…..atau terinpirasi dari peristiwa di Iraq waktu mantan presiden AS mengadakan konferensi pers, diberi hadiah lemparan sepatu sama wartawan. Kalau sepatu buatan luar negeri buat lempar melempar, wah….sayang kan, sepatu mahal…bisa rugi, nah kalau pakai buatan dalam negeri kan murah dan banyak gantinya. Habis lempar beli baru. Terus siapa ya yang mau dilempar pakai sepatu….”

“Nah itu dia….,kamu ini dik bisa – bisa saja…”sambutnya.
“Tapi ada betulnya juga ya, begini dik….saya ini heran, kira – kira sudah berapa banyak ya PNS yang pakai sepatu buatan luar negeri. Setahu saya kalau PNS itu tidak ada yang mampu beli produk luar negeri, contoh ya….beli baju saja cari yang murah, bayar nyicil 3x, paling – paling yang mampu beli pasti yang punya jabatan tinggi dengan tunjangan yang besar, baru bisa beli….. “

“Terus lagi, jumlah PNS yang golongan kecil jauh lebih banyak, dibanding dengan yang  berjabatan, tidak perlu diberi  peraturan mengenai sepatu, sudah dari dulu memang kita pakai prduk dalam negeri. Daripada dana dipakai untuk rapat pembahasan penyusunan rancangan peraturan pemerintah, lebih baik belikan saja sepatu buat kita – kita ini PNS yang golongan kecil kan jauh lebih bermanfaat dan lebih mulia.” Semacam nada harapan sekaligus seruan dari suara hati dari masyarakat kecil.
“Betul  itu ibu, saya setuju, dan jangan lupa kalau sepatunya rusak, datang saja disini…saya akan perbaiki, akan lebih kuat dari pada buatan pabrik.” Sergah tukang sol sepatu itu, …dasar tukang sepatu.

Tanpa penutup apalagi kesimpulan, dialog itu berhenti dengan sendirinya dan berakhir begitu saja, dan masing – masing membubarkan diri untuk kembali melanjutkan tugas dan pengabdian sesuai dengan profesi.

Segala kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pada dasarnya demi kebaikan untuk seluruh rakyat, jadi mari kita melihat manfaat dan nilai positif yang ada.

DUKUNG TERUS PEMAKAIAN PRODUK DALAM NEGERI…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: