Bea Siswa Wajar Diknas


Senin, 24 Nov 2008, | 3
Dalam Program Wajar Diknas
Kucurkan Rp 646 M untuk Beasiswa
JAKARTA,Timex – Tajamnya kritik terhadap Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) sembilan tahun dijawab Depdiknas dengan langkah taktis. Rencananya, Depdiknas akan memperbesar cakupan beasiswa miskin bagi siswa sekolah dasar (SD). Jika tahun ini bantuan diberikan kepada 600.000 siswa, pada 2008 jumlahnya meningkat menjadi 1,7 juta siswa. Total anggaran yang dikucurkan Rp 646,84 miliar.
’’Langkah ini untuk menjawab tantangan program Wajar Dikdas sembilan tahun,’’ ujar Direktur Pembinaan TK dan SD Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Mudjito A.K. di Jakarta kemarin (23/11).

Mudjito berharap agar pemberian beasiswa itu akan mengatasi problem siswa miskin yang berujung putus sekolah dan meringankan beban wali murid di masa sulit. Selain itu, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa SD juga dinaikkan dari Rp 254 ribu tiap siswa per tahun menjadi rata-rata per kabupaten Rp 397 ribu tiap siswa per tahun. ’’Besar kenaikan bergantung karakteristik daerah. Bahkan, ada yang naik sampai 1,5 kali,’’ ujar dia.

Di samping beasiswa, Depdiknas juga memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SD anak pegawai negeri sipil (PNS) golongan I dan II serta tamtama TNI/Polri sebesar Rp 250 ribu tiap siswa per tahun. Total anggaran yang disiapkan Rp 101,33 miliar bagi 405.338 siswa.
Pemerintah, lanjut dia, juga terus berusaha meningkatkan mutu pendidikan. Di antaranya, meningkatkan profesionalitas guru dan memperbaiki gedung dan sekolah yang rusak. Juga memberikan beasiswa, terutama bagi siswa dari daerah terpencil dan miskin.

Seperti diwartakan, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, pelaksanaan program Wajar Dikdas sembilan tahun gagal. Program yang berjalan sejak 1993/1994 dan telah berlangsung selama 15 tahun itu rencananya berakhir tahun ini. Namun, ternyata capaian angka partisipasi kasar (APK) belum menyentuh 100 persen. Bahkan, tidak sedikit wali murid yang harus mengeluarkan biaya untuk menyekolahkan anaknya.

Berdasar data terbaru, anak usia 7–15 tahun yang belum mendapatkan layanan pendidikan masih 2,9 juta. Termasuk, anak putus sekolah di SD/MI dan SMP/MTs, serta lulusan SD/MI yang tidak melanjutkan pendidikan. (zul/oki/jpnn)

Sumber : Timor Ekspress, http://www.timorexpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: